TK Memerlukan Rencana Fleksibel untuk Guru
OLEH SCOTT WILSON 22 AGUSTUS 2013
Terjemahan dari link berikut:
http://www.urbanchildinstitute.org/articles/features/kindergarten-requires-flexible-plans-for-teachers
Anak-anak berteman dengan semangat, orang tua mengatur jadwal penjemputan, murid yang lebih tua memperkenalkan adiknya kepada mantan gurunya: ini saatnya pendaftaran TK.
Setiap tahun mendekati akhir juli, orang tua datang ke sekolah baru anak mereka untuk mendaftarkan mereka pada tahun sekolah yang akan datang dan untuk memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertemu dengan guru baru mereka. Dan dalam tiga tahun terakhir ini, anggota dari kelompok kebijakan dari Urban Child Institute menyaksikan kegembiraan ini di sana.
“Kami menyukainya karena merupakan kesempatan bagi kamui untuk turun dari menara gading dan berada di tengah kegiatan.” Kata Pete Albrecht. “Ini adalah sajian besar bagi kami.”
Kesiapan Masuk TK adalah Topik yang Luas
Selain membantu para guru dengan tugas-tugas mereka di hari yang sibuk ini, membantu membuat salinan atau menerjemahkan bagi para orang tua, anggota UCI di sana untuk melakukan penelitian pada topik “kesiapan memasuki tk.” Istilah ini, walaupun bisa memiliki arti yang berbeda bagi orang-orang, adalah termassuk beberapa keterampilan utama yang harus dimiliki oleh anak-anak yang akan masuk ke TK termasuk bahasa; kognitif, seperti kemampuan untuk menyusun barang dari yang paling berat hingga yang paling ringan; kendali-diri, termasuk kemampuan untuk duduk tenang dalam jangka waktu tertentu atau menyelesaikan masalah tanpa menggigit atau memukul; dan percaya diri – kemauan untuk menelusuri hal di luar apa yang sudah dikenalnya.
Dengan mengikutkan survey pada paket pendaftaran orang tua, tim UCI mampu mengumpulkan informasi mengenai bagaimana variabel tertentu mempengaruhi kesiapan seorang anak. Sementara semua itu terkait dengan pembelajaran usia dini, pertanyaannya baru-baru ini dipererat kepada interaksi orang tua/anak.
“Siap” Dimulai Jauh Sebelum Hari Pendaftaran
“Literatur menyarankan bahwa ada banyak kategori aktifitas yang dapat dilakukan bersama orang tua yang membantu anak-anak,” menurut Dr. Doug Imig. “Salah satunya harus terkait dengan pendidikan usia dini dan lainnya dengan membangun rutinitas yang sehat. Jadi, survey tahun ini dipandang untuk melihat apakah nilai kesiapan yang lebih kuat diantara anak-anak merupakan fungsi dari keterlibatan keluarga dalam pendidikan usia dini atau fungsi untuk membangun rutinitas transisi yang sehat.”
Pertanyaan ini mencakup apakah anak-anak memiliki waktu tertentu untuk aktifitas tertentu, seperti tidur, menggosok gigi, makan, dan bermain. Setelah hasilnya, dengan alasan pribadi, menghapus identitas dari lembar survey oleh sekolah Shelby County, mereka dikirimkan ke UCI. Di sana mereka membandingkan hasilnya dengan indikasi kesiapan TK – suatu ujian yang diikuti oleh semua murid yang akan masuk TK – untuk menentukan keterkaitan apa yang ada antara rutinitas keluarga dan kesiapan masuk TK.
Untuk seorang guru, sebelum dia mengetahui latar belakang keluarga sang anak, sudah jelas sejak awal apakah dia siap untuk masuk TK.
Guru yang Berpengalaman dapat Melihat “Kesiapan” Secara Langsung
“Seorang anak yang siap masuk TK datang dengan sangat siap pada hari pertama untuk mulai melakukan apa yang kita inginkan di tahun tersebut,” kata salah seorang guru TK bekerja pada distrik sekolah. “Namun beberapa anak datang dan kami sadar bahwa kami perlu menyesuakan apa yang kami telah rencanakan.”
Saat TK hanyalah langkah pertama dari proses pendidikan formal, penelitian terus mengindikasikan pentingnya tahun-tahun setelahnya, sebagaimana juga konsekuensi negative dari memulai tanpa persiapan. Untungnya, ada langkah-langkah yang dapat diambil oleh para orang tua untuk mempersiapkannya.
Orang Tua Memainkan Peran Penting Sejak Awal
“Orang tua adalah guru pertama bagi seorang anak dan ada banyak hal dasar yang dapat mereka lakukan untuk membantu anaknya secara dramatis – seperti hanya berbicara, membacakan, atau berinteraksi dengannya,” kata Pete. “Apa yang kami sarankan, khususnya dengan penelitian kesiapan masuk TK, adalah bahwa ada cara-cara murah – pada dasarnya gratis – untuk meningkatkan kehidupan orang.”
Diluar dari interaksi yang tampaknya sederhana tersebut, dampaknya sangat jelas.
“Anak-anak sangatlah siap – menyerap hal-hal dengan sangat cepat dan sangat sesuai dengan apa yang kami lakukan di sekolah – sepertinya mereka telah mendapat paparan terhadap banyak hal di rumah,” menurut guru TK yang sama. “Jika mereka terkembang secara kognitif, anda dapat katakana bahwa mereka telah terpapar dengan banyak orang yang berbicara padanya, banyak kosa kata, dan kesempatan untuk bermain dan mengeksplorasi saat mereka kecil, sebelum TK. Secara menyeluruh, pengalaman ini membuat mereka lebih menerima terhadap apa pun yang kita bicarakan di sekolah.”
Untuk saat ini, walaupun banyak yang masih perlu dipelajari tentang hal itu, jelas bahwa memasuki TK dengan siap sangatlah penting bagi anak, dan bahwa langkah-langkah yang dapat diambil oleh orang tua untuk membantu sangatlah mendasar, namun memberikan hasil yang baik.
“Saat anak-anak mencapai kesiapan masuk TK untuk berhasil – saat mereka memiliki landasan yang kaya dalam berbahasa, sejumlah keterampilan berpikir kritis yang berkembang, tingkat pengendalian-diri sesuai usianya, dan rasa percaya diri yang bertumbuh, mereka menikmati keuntungan besar,” kata Dr. Imig. “Mereka akan lebih menikmati sekolah, penasaran tentang dunia di sekitar mereka, berteman baik dengan teman sekelas mereka, dan menjadi pembaca usia dini. Anak yang siap masuk TK berada pada jalur menuju sukses.”
